Pengecualian Doa Bersin Untuk Yahudi

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Hakim bin Dailam dari Abu Burdah dari Abu Musa ia berkata; “Orang-orang Yahudi bersin di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan harapan beliau akan mengucapkan “YARHAMUKUMULLAAH (semoga Allah merahmati kalian), ” Namun beliau mengucapkan: “YAHDIIKUMULLAAH WA YUSHLIH BAALAKUM (semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki kondisi kalian).” Dan dalam bab ini, ada hadits semisal dari Ali, Abu Ayyub, Salim bin ‘Ubaid, Abdullah bin Ja’far dan Abu Hurairah. Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih.
HR. Tirmidzi

Orang Miskin Masuk Surga Lebih Dulu Dibanding Orang Kaya

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Al Muharibi dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Orang-orang miskin masuk surga setengah hari terlebih dahulu sebelum orang-orang kaya, lamanya limaratus tahun.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih.
HR. Tirmidzi

Banyak Mengingat Mati

Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ma’in telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Yusuf telah menceritakan kepadaku ‘Abdullah bin Bahir ia mendengar Hani` budak ‘Utsman, berkata: ‘Utsman menangis bila berdiri diatas makam hingga jenggotnya basah. 
Dikatakan padanya: Surga dan neraka disebutkan tapi aku tidak menangis sementara kau menangis karena ini. ‘Utsman berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Sesungguhnya makam adalah tempat akhirat pertama, bila seseorang selamat darinya maka setelahnya lebih mudah dan bila tidak selamat darinya maka setelahnya lebih sulit.” ‘Utsman berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Aku tidak melihat suatu pemandang pun melainkan pemakaman lebih mengerikan.” Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Hisyam bin Yusuf.
HR. Tirmidzi

Balasan Neraka Jahanam Untuk Orang Kafir

Telah menceritakan kepada kami Suwaid telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin al Mubarak dari Sa’id bin Yazid Abu Syuja’ dari Abu as Samh dari Abu al Haitsam dari Abu Sa’id al Khudzri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau menjelaskan firmanNya: “Dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.” 
Beliau bersabda: “Orang kafir dibakar oleh api neraka, maka bibir atasnya mengkerut (ke atas) sehingga mencapai pertengahan kepalanya, sedangkan bibir bawahnya menjulur hingga mendekati pusarnya.” Abu Isa berkata; ‘Ini hadits hasan shahih gharib. Dan Abu al Haitsam namanya adalah Sulaiman bin Amru bin Murrah bin Abd al Utwari. Dia adalah seorang yatim yang berada pada naungan Abu Sa’id.’
HR. Tirmidzi

Panas Yang Berlipat Api Neraka

Telah menceritakan kepada kami Suwaid telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Api kalian ini yang kalian gunakan untuk membakar adalah salah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya api neraka.” Mereka bertanya; “Demi Allah, apabila api ini sungguh sudah cukup (panas untuk mengadzab orang yang bermaksiat, lalu mengapa harus ditambah panasnya) wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Panasnya api neraka melebihi (panasnya api dunia) sembilan puluh sembilan bagian. Semua bagian api (yang berjumlah sembilan puluh sembilan) panasnya adalah seperti panas api neraka.” (maksud jawaban Rasulullah adalah adzab Allah harus lebih besar daripada adzab manusia). Abu Isa berkata; ‘Hadits ini hadits hasan shahih. Dan Hammam bin Munabbih adalah saudara Wahb bin Munabbih. Dan Wahb telah meriwayatkan hadits darinya.”
HR. Muslim

Mencatat Hadits Ditangan

[Qutaibah] telah bercerita kepada kami bahwa [Al Laits] telah bercerita kepada kami dari [Al Khalil bin Murrah] dari [Yahya bin Abu Shalih] dari [Abu Hurairah] dia berkata; 
ada seorang lelaki dari kaum Anshar yang duduk ke hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu mendengarkan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan dia terkagum-kagum, tetapi dia tidak dapat menghafalnya, maka dia mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “wahai Rasulullah sesungguhnya aku mendengar hadits darimu dan hadits tersebut membuat aku terkagum-kagum, akan tetapi aku tidak dapat menghafalnya, ‘ maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “gunakanlah bantuan dengan tangan kananmu.” sambil beliau mengisyaratkan menulis dengan tangannya. Dan dalam bab ini ada hadits dari Abdullah bin Amru. Abu Isa berkata; ‘hadits ini isnadnya tidak sedemikian kuat, dan aku mendengar Muhammad bin Isma’il berkata, “Al Khalil bin Murrah adalah munkarul hadits (hadits haditsnya munkar).’
HR. Tirmidzi

Menyikapi Nadzar Taat Atau Maksiat

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas dari Thalhah bin Abdul Malik Al Aili dari Al Qasim bin Muhammad dari ‘Aisyah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: 
“Barangsiapa bernadzar untuk taat kepada Allah hendaklah ia kerjakan dan barangsiapa bernadzar untuk bermaksiat kepada Allah maka janganlah ia kerjakan.” Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali Al Khallal berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair dari Ubaidullah bin Umar dari Thalhah bin Abdul Malik Al Aili dari Al Qasim bin Muhammad dari ‘Aisyah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti hadits tersebut.” Abu Isa berkata, “Hadits ini derajatnya hasan shahih, Yahya bin Abu Katsir meriwayatkannya dari? Al Qasim bin Muhammad. Dan ini adalah pendapat sebagian ulama` dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan selain mereka. Pendapat ini juga dipegang oleh Imam Malik dan Imam Syafi’i. Mereka mengatakan, “Tidak boleh bermaksiat kepada Allah, (jika seseorang bernadzar demikian) dan tidak ada kaffarat sumpah apabila terdapat nadzar dalam kemaksiatan.”
HR. Tirmidzi

Hijrah Pada Nabi

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Mu’alla bin Ziyad mengembalikannya kepada Mu’awiyah bin Qurrah mengembalikannya kepada Ma’qil bin Yasar mengembalikannya kepada nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ibadah saat terjadi pembunuhan sama seperti hijrah kepadaku.” Berkata Abu Isa: Hadits ini gharib, kami hanya mengetahuinya dari hadits Hammad bin Zaid dari Mu’alla..
HR. Tirmidzi

Doa Bersin Dan Cara Menjawab Yang Benar Menurut Hadits Shahih

Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami Abu Daud telah mengabarkan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abu Laila dari saudaranya yaitu Isa bin Abdurrahman dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Abu Ayyub bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian bersin, 
hendaknya dia mengucapkan “ALHAMDULILLAAH ‘ALA KULLI HAAL (segala puji bagi Allah dalam kondisi apapun), ” kemudian orang yang menjawabnya mengucapkan “YARHAMUKALLAAH (semoga Allah merahmatimu), ” lalu dia membalas “YAHDIKUMULLAAHU WA YUSLIH BAALAKUM (semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian dan memperbaiki kondisi kalian).” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Ibnu Abu Laila dengan sanad seperti ini. Abu Isa berkata; Demikianlah Syu’bah meriwayatkan hadits ini dari Ibnu Abu Laila dari Abu Ayyub dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Ibnu Abu Laila meriwayatkan hadits ini secara mudltharib (matan atau sanadnya berlawanan), terkadang mengatakan; Dari Abu Ayyub dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, terkadang mengatakan; Dari Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar dan Muhammad bin Yahya Ats Tsaqafi Al Marwazi keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id Al Qattan dari Ibnu Abu Laila dari saudaranya yaitu Isa dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits di atas.
HR. Tirmidzi

Menghinakan Orang Kafir Dengan Syair

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ  لَا يُؤْمِنُوْنَ
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
[QS. Al-Baqarah: Ayat 6]
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Malik bin Syu’aib bin Al Laits; Telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Kakekku; Telah menceritakan kepadaku Khalid bin Yazid; Telah menceritakan kepadaku Sa’id bin Abu Hilal dari ‘Umarah bin Ghaziyyah dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman dari ‘Aisyah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Cacilah kaum kafir Quraisyy dengan syair, Karena yang demikian itu lebih pedih daripada bidikan panah.”
Pada suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutus seseorang kepada lbnu Rawahah untuk menyampaikan pesan beliau yang berbunyi; Cacilah kaum kafir Quraisyy dengan syairmu!” Kemudian lbnu Rawahah melancarkan serangan kepada mereka dengan syairnya, tetapi sepertinya Rasulullah belum merasa puas.
Setelah itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim seorang utusan kepada Ka’ab bin Malik. Lalu juga mengutus seorang utusan kepada Hassan bin Tsabit. Ketika utusan tersebut datang kepadanya, Hassan berkata; “Telah tiba saatnya engkau mengutus singa yang mengipas-ngipaskan ekornya, menjulurkan dan menggerak-gerakkan Iidahnya.
Demi Dzat yang telah mengutus engkau dengan membawa kebenaran, saya akan menyayat-nyayat hati kaum kafir Quraisyy dengan syair saya ini seperti sayatan kulit.” Tetapi Rasulullah memperingatkannya terlebih dahulu: “Hai Hassan, janganlah kamu tergesa-gesa, karena sesungguhnya Abu Bakar itu lebih tahu tentang nasab orang-orang Quraisyy. Sementara nasab Quraisyy itu sendiri ada pada diriku.”
Kemudian Hassan bin Tsabit pergi mengunjungi Abu Bakar Setelah itu, ia pun kembali menemui Rasulullah dan berkata; Ya Rasulullah, nasab engkau telah saya ketahui silsilahnya. Demi Dzat yang telah mengutus engkau dengan kebenaran, saya pasti akan mampu mencabut engkau dan kelompok mereka sebagaimana tercabutnya sebutir gandum dari adonannya.”
Aisyah berkata; “Lalu saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Jibril Alahis Salam senantiasa akan mendukungmu hai Hassan selama kamu menghinakan orang-orang kafir dengan syairmu untuk membela Allah dan Rasul-Nya.” Aisyah berkata; Hassan bin Tsabit melontarkan syair-syair hinaan kepada kaum Quraisyy dengan dahsyatnya.” Hassan bin Tsabit berkata; dalam syairnya; ‘Kau hina Muhammad, maka aku balas hinaanmu itu, # dan dengan itu maka aku raih pahala di sisi Allah. # Kau hina Muhammad, orang yang baik dan tulus, # utusan Allah yang tidak pernah ingkar janji. # Ayahku, nenekku, dan kehormatanku akan, aku persembahkan demi kehormatan Muhammad dan seranganmu. # Aku akan pacu kudaku yang tak terkejar olehmu menerjang musuh dan terus mendaki. # Pasukan berkuda kami melesat ke atas bukit, dengan menyanding anak panah yang siap diluncurkan. # Kuda-kuda kami terus berlari, dengan panji-panji yang ditata oleh kaum wanita.# Tantanganmu pasti kami hadapi, sampai kemenangan berada di tangan kami. # Jika tidak, maka tunggulah saat pertempuran # yang Allah akan berikan # kejayaan kepada orang yang dikehendaki-Nya. # Allah berfirman: “Telah Aku utus seorang hamba, # yang menyampaikan kebenaran tanpa tersembunyi.” # Allah berfirman: “Telah Aku siapkan bala bantuan, # yaitu pasukan Anshar yang merindukan musuh. # Setiap hari kami siap menghadapi cacian, # pertempuran, ataupun hinaan. # Hinaan, pujianmu dan pertolonganmu kepada Rasulullah, semua itu bagi beliau tiada artinya. # Jibril yang diutus oleh Allah untuk membantu kami, dialah Ruhul Qudus yang tak tertandingi.
(HR. Muslim)