Kata Mutiara Islami Tentang Masjid

Kata Kata Islami Tentang Masjid
Sudah menjadi tugas kita sebagai seorang Muslim untuk memakmurkan masjid, mengisinya dengan shalat berjamaah dan berbagai kegiatan syiar islam. Berikut ini beberapa kata mutiara islam tentang masjid yang memuat pesan-pesan nasehat dan motivasi islami untuk semakin akrab dengan masjid.



Kata “Masjid” berasal dari bahasa arab yang memiliki arti “tempat sujud”. Masjid merupakan rumah Allah yang dibangun secara khusus sebagai tempat untuk beribadah kepada-Nya, terutama untuk mengerjakan ibadah shalat. Berdirinya sebuah Masjid dalam suatu wilayah menunjukkan tegaknya syiar islam di sana. Ketika umat islam mendiami suatu daerah baru, maka salah satu sarana yang mereka bangun untuk kepentingan kaum muslimin adalah Masjid.

Keberadaan Masjid memiliki peran penting dalam peradaban Islam. Ia bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pusat kegiatan keislaman. Itulah mengapa ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, yang pertama kali dibangun adalah Masjid. Melalui Masjid lah Rasulullah mencetak generasi terbaik para Sahabat. Mereka beribadah, bermusyawarah, serta menerima pengajaran secara langsung dari Rasulullah.

Wibawa dan kekuatan umat islam bisa dilihat dari bagaimana kondisi Masjidnya, yaitu bagaimana mereka memakmurkan Masjid dan menjadikannya sebagai basis kekuatan umat islam. Allah SWT bahkan menyebutkan bahwa memakmurkan masjid merupakan indikator kuat dari keimanan seseorang (Q.S At-Taubah: 18).

Gratis vs Membayar

The Masjids are free, but empty. The clubs are paid, and full. It’s free to enter Heaven, but costly to enter Hell.

Masuk Masjid itu gratis, tapi kosong. Sementara masuk ke Klub harus membayar, tapi selalu ramai. Masuk surga itu gratis, sementara masuk neraka itu mahal.

Paling dicintai Allah

The most beloved of places to Allah are the mosques. – hadits

Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah Masjid. – Hadis

Bukti keimanan

When you see a man frequenting the mosque, testify that he is a believer, because Allah says, “Allah’s mosques are visited only by those who believe in Allah and the Last Day.” – Hadits

Jika kamu melihat seorang hamba yang selalu rutin shalat di masjid, maka persaksikanlah keimanannya, karena Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir”. – Hadis

Menjadi muslim

Being a Muslim is more than just going to the masjid. Allah wants your ‘attention’, not just your ‘attendance’. – Dr. Bilal Philips

Menjadi seorang Muslim lebih dari sekadar pergi ke masjid. Allah ingin ‘perhatianmu’, bukan hanya ‘kehadiranmu’. – Dr. Bilal Philips

Barak

The mosques are our barracks, the domes our helmets, the minarets our bayonets, and the faithful our soldiers. – Recep Tayyip Erdogan

Masjid adalah barak kami, Kubah adalah penutup kepala kami, Menara adalah bayonet kami, dan orang-orang beriman adalah tentara kami. – Recep Tayyip Erdogan

Melangkah ke masjid

When a man goes out of his house to his Masjid, one foot records a good deed and the other erases a bad deed. – Hadits

Ketika seseorang melangkahkan kakinya menuju Masjid, satu langkah dicatat sebagai amal kebaikan dan satu langkah lagi menghapus keburukan. – Hadis

Istana di surga

Whoever builds a Masjid seeking by it the Pleasure of Allah, Allah will build for him a similar place in Jannah. – Hadits

Barangsiapa membangun sebuah Masjid karena semata-mata mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun untuknya sebuah istana di surga. – Hadis

Tempat di surga

Whoever goes to the masjid every morning and in the afternoon, Allah will prepare for him an honorable place in Jannah with good hospitality for (what he has done) every morning and afternoon goings. – Hadits

Barangsiapa datang ke masjid di pagi dan sore hari, maka Allah akan menyiapkan baginya tempat tinggal yg baik di surga setiap kali dia berangkat ke masjid di pagi dan sore hari. – Hadis

Seluruh bumi

The whole Earth has been made a mosque and pure for me. – Hadits

Seluruh bumi dijadikan bagiku sebagai masjid (boleh digunakan untuk shalat) dan bersuci. – Hadis

Berat melangkah

Kalau kakimu berat kau langkahkan ke masjid, berat juga baginya untuk membawamu ke surga.

Jarang ke masjid

Dia jarang pergi ke masjid. Suatu hari dia pergi ke masjid, shafnya paling depan, lebih depan daripada imam, karena dia ke masjid bukan untuk shalat tetapi sebagai jenazah yang dishalatkan.

Hati yang jauh

Sejauh apapun masjidnya pasti bisa dijangkau. Tetapi bila hatinya yang jauh dari masjid, sedekat apapun tetap akan sulit dijangkau.

Dengan kaki

Jarak kita dengan masjid bukan diukur dengan kaki, tetapi dengan hati.

Situ sehat?

Gowes 10 kilometer kuat, tapi jalan kaki 10 meter ke Masjid gak kuat. Situ sehat?

Panti jompo

Katanya Masjid, tapi isinya cuma orangtua. Itu Masjid apa panti jompo?

Wajib berjamaah

Shalat wajib berjamaah, bonus pahala 27 kali lipat. Mau? Hanya di Masjid.

Sia-sia melangkah

Secepat apapun langkah kakimu di dunia, akan sia-sia bila masih berat melangkah ke Masjid.

Tanda munafik

Cukuplah seseorang disebut memiliki tanda munafik jika ia adalah tetangga masjid namun tak pernah terlihat di masjid. – Ibrahim an-Nakha’i

Sandal

Kehilangan sandal di masjid itu tidak masalah. Yang masalah adalah ketika sandal anda tidak pernah dipakai ke Masjid.

Jarak

Jarak kita dengan masjid tidak diukur dengan kaki, tetapi dengan hati.

Hati yang jauh

Sejauh apapun masjidnya, pasti bisa dijangkau. Tetapi bila hatinya yang jauh dari masjid, sedekat apapun akan sulit dijangkau.

Perjalanan terberat

Perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan menuju ke Masjid. Karena banyak orang pintar dan bergelar yang tidak mampu dan begitu beratnya bagi mereka untuk pergi ke masjid.

Suatu hari

Dia jarang pergi shalat ke Masjid. Suatu hari dia ke Masjid, shafnya paling depan, lebih depan daripada imam, karena dia ke Masjid bukan untuk shalat tetapi sebagai jenazah yang dishalatkan.

Sosmed vs Masjid

Kenapa harus berdakwah di sosmed? karena anak muda zaman sekarang lebih banyak di sosmed daripada di masjid.

Pemuda zaman now

Kebanyakan pemuda zaman now itu gunung didaki, lautan diseberangi, tapi masjid dilewati.

Kata Mutiara Islami Tentang Kematian Terbaru

Janganlah kalian menginginkan mati karena suatu bahaya yang menimpanya. Jika memang ia benar-benar ingin melakukannya maka katakanlah, “Ya Allah, hidupkan aku jika memang hidup itu lebih baik untukku. Dan matikanlah aku jika memang mati itu lebih baik untukku.” – (HR. Bukhari)

Kematian akan menjadi pemutus segala kenikmatan dan kebahagiaan yang dirasakan di dunia. Harta kekayaan, jabatan, dan keluarga semua akan ditinggalkan. Karena bekal yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan ke negeri akhirat hanyalah amal.

Meski begitu, banyak orang yang lalai akan datangnya kematian. Memuja dunia seolah dunia adalah segala-galanya, mengejar dunia seolah hidup kekal selamanya. Sementara urusan akhirat tidak begitu dipedulikan.

Kumpulan kata mutiara islam tentang kematian berikut ini akan menggugah kesadaran kita akan kepastian datangnya kematian. Pesan-pesan nasehat tentang kematian dalam kata-kata ini mengajak diri kita untuk selalu mengingat bahwa kehidupan di dunia tidaklah kekal.

Semua akan mati

Every soul will taste death. – (Q.S Ali Imran: 185)

Setiap jiwa pasti akan merasakan yang namanya kematian. – (Q.S Ali Imran: 185)

Hanya sebuah nama

To the world, you may be a Billionaire, a Celebrity or an icon. But to the angel of Death, you are just another Name on the List.

Bagi dunia.. Kamu mungkin adalah seorang Miliarder, Selebriti atau tokoh penting. Tapi bagi Malaikat Maut, Kamu tidak lain hanyalah sebuah nama yang sudah ada dalam daftar.

Hiduplah dengan baik

Today we are here, tomorrow we may not be. Live righteously.

Mungkin hari ini kita masih di sini, tapi besok belum tentu. Maka jalanilah hidup ini dengan benar.

Mengingat mati

Life is not guaranteed at all, but death is absolutely guaranteed upon all, yet we still prepare for life more than death. – Mufti Ismail Menk

Tidak ada jaminan sama sekali dalam hidup ini. Tapi kematian lah yang benar-benar menjamin segalanya. Tapi mengapa kita masih saja terlalu sibuk memperhatikan hidup daripada kematian? – Mufti Ismail Menk

Kematian pasti datang

Wherever you are, death will find you, even in the looming tower. – (Q.S An-Nisa’: 78)

Di mana saja kamu berada, kematian pasti akan menghampirimu, meskipun kamu berlindung di dalam sebuah benteng yang sangat tinggi dan kokoh. – (Q.S An-Nisa’: 78)

Kita milik Allah

To Allah we belong, and truly, to Him we shall return. – (Q.S Al-Baqarah: 156)

Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kita semua pasti akan kembali. – (Q.S Al-Baqarah: 156)

Kalimat terakhir

Ya Allah.. Make my last words: La Ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.

Ya Allah.. Jadikanlah kalimat terakhir yang terucap dariku adalah La Ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.

Bisa datang kapan saja

Death can come at any time. So, in order to die as a Muslim, you must live at all times as a Muslim. There is no time for later.

Kematian bisa datang kapan pun, maka agar bisa meninggal sebagai seorang Muslim, Kamu juga harus selalu menjalani hidup setiap saat sebagai seorang Muslim. Tidak ada waktu untuk nanti.

Jangan menunggu tua

The graves are full of people who thought that they would practice Islam when they became old. OLD AGE IS NOT PROMISED TO ANYONE.

Kuburan penuh dengan orang-orang yang dahulu berpikir bahwa mereka akan mengamalkan Islam saat mereka tua. USIA TUA TIDAK DIJANJIKAN KEPADA SIAPA PUN.

Membuang-buang waktu

Wasting time is worse than death, because death separates you from this world whereas wasting time separates you from Allah. – Ibn al-Qayyim

Menyia-nyiakan waktu itu jauh lebih berbahaya daripada kematian; karena menyia-nyiakan waktu itu akan memutuskan seseorang dari Allah dan hari akhirat, sementara kematian hanyalah memutuskan seseorang dari kehidupan dunia dan penghuninya. – Ibn al-Qayyim

Pasti akan kembali

All people go to Allah after their death, but the happy person is the one who goes to Allah while still alive. – Sayyid Qutb

Semua orang pasti akan kembali kepada Allah ketika mati, tapi yang berbahagia adalah orang yang dekat dengan Allah semasa hidupnya. – Sayyid Qutb

Jangan sampai terlambat

Death To most seems like it’s far, far away. But the day that it arrives will be too late to do what we can do today.

Sebagian besar orang menganggap kematian masih jauh, jauh sekali. Namun ketahuilah.. saat hari itu tiba, maka sudah terlambat untuk melakukan apa yang bisa kita lakukan hari ini.

Hanya untuk Allah

Surely my prayer and my sacrifice and my life and my death are (all) for Allah, the Lord of the worlds. – (Q.S Al-A’raf: 162)

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. – (Q.S Al-A’raf: 162)

Sebuah inspirasi

People say thinking about death is a sign of depression. I’m a Muslim and in my case, its an inspiration.

Orang bilang berpikir tentang kematian adalah tanda depresi. Saya seorang Muslim, dan bagi saya, mengingat mati itu adalah sebuah inspirasi.

Bencana terbesar

Death is not the biggest disaster in life. The biggest disaster in life is, when our fear of Allah dies when we are still alive.

Kematian bukanlah bencana terbesar dalam hidup ini. Bencana terbesar dalam hidup adalah ketika ketakutan kita kepada Allah sudah mati saat kita masih hidup.

Anehnya manusia

Curious is the case of human. He runs towards the world he can never catch, and runs away from the death he can never escape.

Manusia memang aneh. Dia berlari ke arah dunia yang tidak dapat dia tangkap, dan melarikan diri dari kematian yang takkan pernah bisa dia hindari.

Penghancur kenikmatan

Remember more often the destroyer of pleasures – death. – Hadits

Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan-kenikmatan dunia, yaitu: KEMATIAN. – Hadis

Tak pandang usia

Just because you’re young and healthy doesn’t mean death won’t come to you. Death has no age.

Hanya karena kamu masih muda dan sehat bukan berarti kematian tidak akan datang kepadamu. Karena kematian tidak memandang usia.

Tak ada yang tahu

No person knows what he will earn tomorrow, and no person knows in what land he will die. Verily, Allah is All-Knower, All-Aware (of things). – (Q.S Luqman: 34)

Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan diusahakannya besok. Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. – (Q.S Luqman: 34)

(Baca juga: Kata Bijak Islami Tentang Memanfaatkan Waktu)

Kata Nasehat Islami Tentang Kematian
Tak perlu menunggu

Kamu tidak perlu menunggu waktu yang tepat untuk berubah. Karena kematian tidak akan menunggu kamu untuk berubah.

Baru sadar

Ketika hidup.. pamer kekayaan, pamer pekerjaan, pamer jabatan, pamer prestasi. Ketika mati barulah sadar bahwa yang dulu dibangga-banggakan dan mati-matian untuk mendapatkannya tak satu pun akan menolongmu. Itulah bangkai dunia.

Kenapa takut mati?

Mengapa kita takut mati? karena kita memakmurkan dunia kita dan menghancurkan akhirat kita. Akhirnya kita benci keluar dari kemakmuran menuju kehancuran.

Jauh dari pikiran

Kematian adalah hal yang paling jauh dari pikiran kita, walaupun sebenarnya ia lebih dekat dari segala yang dekat dengan kita. – (Ali Mustafa Tanthowi)

Di pelupuk mata

Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu. (Imam Syafi’i)

Setelah mati

Hari ini dunia adalah nyata, akhirat hanya  cerita. Tapi setelah mati, dunia hanya cerita, akhirat jadi nyata.

Sedikit yang bersiap

Banyak yang percaya akan datangnya kematian, namun hanya sedikit yang bersiap.

Pecinta dunia

Wahai pecinta dunia, tak cukupkah kau melihat kematian menari-nari di depan matamu?

Bertaubat

Kematian tidaklah menunggu kita bertaubat, tapi kitalah yang menunggu kematian dengan bertaubat.

Syarat mati

Jangan tertipu dengan usia muda, karena syarat mati tidak harus menjadi tua. Jangan terperdaya dengan tubuh yang sehat, karena syarat mati tidak mesti terlantar sakit.

Yang lebih pasti

Terlalu serius kau menanti, menunggu hadirnya pujaan hati, hingga terlupa persiapan mati, padahal ia datangnya lebih pasti.

Terbangun dari mimpi

Orang yang tidur tidak akan tahu kalau dirinya sedang bermimpi kecuali setelah bangun, begitu juga orang yang lalai akan akhirat tidak akan tahu kalau dirinya sedang menyia-nyiakan amal akhirat kecuali setelah datangnya kematian.

Akhiri hidup kami

Ya Allah.. Akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah. Amiin.

Mengingat mati

Ingatlah kematian dalam shalatmu. Karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. (HR. Ad-Dailami)

Lebih pasti

Jangan melulu pusing mikirin jodoh, karena kita lebih pasti berjodoh dengan kematian.

Suatu masa

Ada masa di mana tanah menjadi tempat pembaringannya, ulat menjadi temannya, munkar dan nakir menjadi tamunya, kuburan menjadi tempat tinggalnya, perut bumi menjadi tempat menetapnya, surga atau neraka menjadi tempat kembalinya.

Lupa persiapan

Jodoh itu misteri, namun kematian itu pasti. Jangan terlalu sibuk mempersiapkan diri untuk pujaan hati, tapi malah lupa mempersiapkan diri untuk mati.

Menangis

Demi Allah, seandainya jenazah yang kalian tangisi bisa berbicara sekejap lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut dan mulai menangisi diri kalian sendiri. – (Imam Al-Ghazali)

Sebenar-benar buta

Manusia yang sebenar-benar buta adalah mereka yang hidup tanpa dapat melihat adanya kematian di hadapan mereka.

Hanya sebuah nama

Bagi dunia, kamu mungkin adalah seorang miliarder, selebri, atau tokoh penting. Tapi bagi malaikat maut, kamu tidak lain hanyalah sebuah nama yang sudah ada dalam daftar.

Menginginkan kematian

Janganlah kalian menginginkan mati karena suatu bahaya yang menimpanya. Jika memang ia benar-benar ingin melakukannya maka katakanlah, “Ya Allah, hidupkan aku jika memang hidup itu lebih baik untukku. Dan matikanlah aku jika memang mati itu lebih baik untukku.” – (HR. Bukhari)

Kata Mutiara Islami Penyejuk Hati Dan Jiwa

Kata-kata mutiara islami tentang hati berikut ini penuh dengan nasehat dan kata kata bijak yang menyentuh dan menyejukkan hati. Berupa nasehat-nasehat islami dari para ulama dan tokoh islam, dari ayat-ayat alquran, serta dari hadis Nabi saw.

Tak mungkin bersatu

Indeed, sincere good will does not include animosity, but is against it.

Nasihat tidak mungkin bersatu dengan kedengkian, bahkan ia (nasihat) adalah lawannya. – Ibn al-Qayyim

Bagai air

Truth lifts the heart like water refreshes thirst.

“Kebenaran membuat hati bungah seperti air menyapu dahaga.” – Rumi

Pengetahuan

Knowledge enlivens the soul.

Pengetahuan akan menghidupkan jiwa. – Ali ibn Abi Thalib

Ada penyakit di hati

A man will never fear something besides Allah unless it be due to a disease in his heart.

Seseorang tidak akan pernah takut kepada selain Allah, kecuali ada penyakit dalam hatinya. – Ibn Taimiyah

Dekat dengan kebenaran

When you feel a peaceful joy, that’s when you are near the Truth.

Ketika kamu merasakan kedamaian yang sangat menentramkan, saat itulah kamu sedang dekat dengan Kebenaran.

Menyucikan hati

Whoever desires to purify his heart, then let him prefer Allah to his desires.

Siapapun yang ingin menyucikan hatinya, maka arahkan hatinya untuk lebih memilih Allah daripada hawa nafsu.

Cinta dunia

When love of this world enters the heart, the fear of the Hereafter exits from it.

Ketika cinta akan dunia masuk ke dalam hati, takut pada Akhirat akan keluar darinya. – Hasan al-Bashri

Hati yang tenteram

Verily in the remembrance of Allah do hearts find rest!

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. – Ar-Ra’d Ayat 28

Menggambarkan hati

A person’s tongue can give you the taste of his heart.

Lidah seseorang dapat menggambarkan bagaimanakah hatinya. – Ibnu Qayyim

Kebenaran atau kebatilan?

Your nafs, if you don’t keep it busy with the truth it will keep you busy with falsehood.

Dan jiwamu, jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebathilan. – Imam Syafi’i

Apa itu iman?

Imaan is knowledge in the heart, words on the tongue and action with the physical faculties.

Iman itu ialah dipercaya dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. (H.R. Ibnu Majah)

Bagai bulu

Rasulullah (saw) said: The likeness of the heart is that of a feather blown by the wind in the desert.

“Perumpamaan hati seperti bulu di tengah padang pasir yang dibolak-balikan angin.” (HR. Ibnu Majah)

Lebih sulit

Never have I dealt with anything more difficult than my own soul, which sometimes helps me and sometimes opposes me.

Belum pernah aku berurusan dengan sesuatu yang lebih sulit daripada jiwaku sendiri, yang kadang-kadang membantuku dan kadang-kadang menentangku. – Imam Al Ghazali

Allah maha membolak-balikkan hati

Rasulullah (saw) said: 0 Allah, the Turner of the hearts, turn our hearts to your obedience.

“Ya Allah yang Maha membolak-balikkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.” (HR. Muslim)

Teguhkan hati kami

Oh Turner of hearts, keep my heart firm on your deen

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” (HR.Tirmidzi)

Hati yang tidak khusyu’

O Allah! I seek refuge in You from the knowledge which is not beneficial, and from a heart which does not fear (You), and from desire which is not satisfied, and from prayer which is not answered

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”(HR Muslim)

Penyakit hati

The disease of the heart is worse than the disease of the body.

Penyakit hati jauh lebih berbahaya daripada penyakit fisik. – Ali bin Abi Thalib

Doa Islam Dalam Bahasa Inggris

Inilah Contoh Doa Islam Dalam Bahasa Inggris
Semoga bermanfaat bagi saudara muslim.

Here are some prayers that are recited by the Prophet sallallaahu ‘alayhi wa Sallam. Hopefully we can practice it,

1. Establish the heart in the Faith

اَللَّهُمَّ يا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ ، صَرِّفْ قُلُوْبُنَا عَلَى دِينِكَ

“O God who turns hearts, keep my heart on Your religion.” (HR. Muslim 2654)

2. Forgiveness in everything

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ ، وَجَهْلِيْ ، وَإِسْرَافِيْ فِي أَمْرِيْ ، وَمَا أَنْتَ أَنِِِِِِِِِِِِِِِِِِّ اللهم اغفر لي جدي وهزلي, وخطئي وعمدي, وكل ذلك عندي, اللهم اغفر لي ما قدمت, وما أخرت, وما أسررت, وما أعلنت, وما أنت أعلم به مني, أنت المقدم, وأنت المؤخر, وأنت على كل شيء قدير.

“O God, forgive my mistakes, my ignorance, excess in my case, and what you know better than me. O Allah, forgive myself in my seriousness, my negligence, my mistakes, my intentions, and all of that is from my side. O God, forgive me of all the sins that I have committed and which I have not yet done, all the sins that I hid and that I showed, and the sins that you know better than me, You are the Most Prior and the One who ends, and You are the Almighty over everything . (Narrated by Bukhari 6398 and Muslim 2719).

3. Please fix all matters

اللهم أصلح لي ديني الذي هو عصمة أمري, وأصلح لي دنياي التي فيها معاشي, وأصلح لي آخرتي التي فيها معادي, واجعل الحياة زيادة لي في كل خير, واجعل الموت راحة لي من كل شر

O Allah, ask for goodness in my religious affairs because it is the guardian of all my affairs. I beg for kindness to my world affairs because it is my place of life. I beg for your kindness in my afterlife because this is my return place. Make this life extra good for me, and make my death a time of rest for me from all bad. (HR. Muslim 2720)

4. Protection from Rich Defamation and Poor Defamation

اللهم إني أعوذ بك من الكسل والهرم, والمأثم والمغرم, ومن فتنة القبر, وعذاب القبر, ومن فتنة النار وعذاب النار, ومن شر فتنة الغنى, وأعوذ بك من فتنة الفقر, وأعوذ بك من فتنة المسيح الدجال

O God, I take refuge in You from laziness and old age, acts of sin and debt, grave slander and grave doom, hell slander and hell’s punishment, defamation of wealth slander; I take refuge in You from the fitna of poverty and I protect You from the slander of the Still Dajjal. (Narrated by Bukhari 6368)

5. Protection of Revocation of Inner Birth Favor

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَ
O God, verily I take refuge in You from the loss of pleasure that You have given, from the changing health that You have bestowed, from Your sudden torment, and from all Your wrath. (HR. Muslim 2739).

6. To be kept away from cowards & not senile

اللهم إني أعوذ بك من الجبن, وأعوذ بك أن أرد إلى أرذل العمر, وأعوذ بك من فتنة الدنيا, وأعوذ بك من عذاب القبر

O Allah, I take refuge in You from cowardice, I take refuge in You to the lowest age (senile), I take refuge in You from the slander of the world, and I take refuge in You from the tombs of adultery. (Narrated by Bukhari 2822)

7. Protect from Bad Charity

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ ، وَشَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ

O God, I take refuge from the bad that I have done and the bad that I have not done. (HR. Muslim 2716)

8. So that His Soul Devoted & Protect from Knowledge that is not Beneficial

اللهم آت نفسي تقواها, وزكها أنت خير من زكاها, أنت وليها ومولاها, اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع, ومن قلب لا يخشع, ومن نفس لا تشبع, ومن دعوة لا يستجاب لها

O Allah, grant piety to my soul. Purify it, verily You are the best who purify it, You are the One Who Maintain and Protect it. O God, I seek refuge in You from unwholesome Knowledge, heartlessness, and unquestioned prayers. (HR. Muslim 2722).

9. Please Can See God’s Face

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّا مََُّْضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضُِضِ

O God, I beg of you the pleasure of looking at your face (in Heaven), longing to meet you without dangerous suffering and slander that is misleading. (Narrated by Nasai 1305 and al-Albani)

10. Facilitated Good Doing & Loving the Poor

اللهم إنى أسألك فعل الخيرات وترك المنكرات وحب المساكين وأن تغفر لى وترحمنى وإذا أردت فتنة قوم فتوفنى غير مفتون

O God, I beg you to be easy to do good and leave munkar and I beg you to be able to love the poor, forgive me (sins), mercy me, if you want to test a people then remember me in a state not immersed in the test. (Narrated by Tirmidhi no. 3235 and Ahmad 5: 243, and Dishahihih al-Albani)

11. Please be able to love those who love God

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

I ask to be able to love You, love those who love You and love charity that can draw me closer to Your love. (Narrated by Tirmidhi no. 3235 and Ahmad 5: 243, and Dishahihih al-Albani).

12. Ask for Kindness in Everything the Prophet Has Asked for

اللهم إني أسألك من الخير كله عاجله وآجله, ما علمت منه وما لم أعلم, وأعوذ بك من الشر كله عاجله وآجله, ما علمت منه وما لم أعلم, اللهم إني أسألك من خير ما سألك عبدك ونبيك, وأعوذ بك من شر ما عاذ به عبدك ونبيك , اللهم إني أسألك الجنة وما قرب إليها من قول أو عمل, وأعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول أو عمل, وأسألك أ نْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

O Allah, verily I ask you all the goodness of the immediate (world) and the delayed (afterlife), the good that I know and what I don’t know.
And I take refuge in You from all the evils that are immediate (world) and delayed (afterlife), which I know and what I do not know.

I ask you for the goodness of all prayers that have been asked by your servants and prophets, and I protect you from evil, which your servants and prophets have taken shelter from.
I ask you heaven and all the words and deeds that bring him closer. I take refuge in You from hell and all the words and deeds that bring it close to him. I ask for everything that you have predestined for me, let you make good for me.
(Narrated by Ahmad 25019, Ibn Majah 3846 and combined Syuaib al-Arnauth)

May be useful.

Doa Shahih Lengkap

Inilah Kumpulan Doa Shahih Lengkap Untuk Anda Dan Keluarga. Silahkan Di Share Jika Bermanfaat Untuk Anda..

Doa Cepat Tidur
Doa Di Pagi Hari
Doa Doa Harian
Doa Wudhu
Doa Cepat Hamil Dan Dikaruniai Anak
Doa Anak Sakit
Doa Akhir Ramadhan
Doa Adzan
Doa Asmaul Husna
Doa Ayat Kursi

Doa Untuk Anak Negeri
Doa Menerima Zakat Fitrah
Doa Tahlil – Hukum Tahlilan Kematian
Doa Naik Kendaraan
Doa Niat Puasa
Doa Menjenguk Orang Sakit
Doa Iftitah
Doa Qunut Di Masjidil Haram
Doa Agar Tidak Mati Mengenaskan
Doa Ketika Turun Hujan

Doa Zakat Fitrah
Doa Mudik
Doa Agar Tidak Pelit
Doa Saat Marah
Doa Minta Jodoh
Doa Meminta Anak Yang Soleh
Doa Untuk Pengantin Baru
Doa Makan
Doa Berbuka Puasa
Doa Agar Bisa Melunasi Hutang

Doa Minta Perlindungan Kelaparan
Doa Terhindar Dari Azab Neraka
Doa Mohon Petunjuk
Doa Mohon Ampun Dari Dosa
Doa Mohon Istiqomah
Doa Agar Menerangi Manusia Dengan Kebaikan
Doa Mohon Ampunan Pada Hari Pembalasan
Doa Mustajab
Doa Bertemu Malam Lailatul Qadar
Doa Agar Dicintai Allah

Doa Safar Perjalanan Jauh
Doa Berlindung Dari Hilangnya Nikmat
Doa Sapu Jagad Hari Tasyrik
Doa Berziarah Kubur
Doa Mendapat Penjagaan Dari Allah
Doa Saat Tertimpa Musibah
Doa Agar Hujan Berhenti
Doa Pembuka Pintu Rezeki
Kumpulan Doa Nabi
Kumpulan Doa Dari Alquran

Tafsir Al Quran Bahasa Indonesia Terbaru

1. Al-Fatihah
(Pembukaan – Meccan)

2. Al-Baqarah
(Sapi Betina – Medinan)

3. Ali ‘Imran
(Keluarga ‘Imran – Medinan)

4. An-Nisa’
(Wanita – Medinan)

5. Al-Ma’idah
(Jamuan (hidangan makanan) – Medinan)

6. Al-An’am
(Binatang Ternak – Meccan)

7. Al-A’raf
(Tempat yang tertinggi – Meccan)

8. Al-Anfal
(Harta rampasan perang – Medinan)

9. At-Taubah
(Pengampunan – Medinan)

10. Yunus
(Nabi Yunus – Meccan)

11. Hud
(Nabi Hud – Meccan)

12. Yusuf
(Nabi Yusuf – Meccan)

13. Ar-Ra’d
(Guruh (petir) – Medinan)

14. Ibrahim
(Nabi Ibrahim – Meccan)

15. Al-Hijr
(Al Hijr (nama gunung) – Meccan)

16. An-Nahl
(Lebah – Meccan)

17. Al-Isra’
(Memperjalankan di waktu malam – Meccan)

18. Al-Kahf
(Penghuni-penghuni gua – Meccan)

19. Maryam
(Maryam (Maria) – Meccan)

20. Ta Ha
(Ta Ha – Meccan)

21. Al-Anbiya
(Nabi-Nabi – Meccan)

22. Al-Hajj
(Haji – Medinan)

23. Al-Mu’minun
(Orang-orang mukmin – Meccan)

24. An-Nur
(Cahaya – Medinan)

25. Al-Furqan
(Pembeda – Meccan)

26. Asy-Syu’ara’
(Penyair – Meccan)

27. An-Naml
(Semut – Meccan)

28. Al-Qasas
(Cerita – Meccan)

29. Al-‘Ankabut
(Laba-laba – Meccan)

30. Ar-Rum
(Bangsa Romawi – Meccan)

31. Luqman
(Keluarga Luqman – Meccan)

32. As-Sajdah
(Sajdah – Meccan)

33. Al-Ahzab
(Golongan-Golongan yang bersekutu – Medinan)

34. Saba’
(Kaum Saba’ – Meccan)

35. Fatir
(Pencipta – Meccan)

36. Ya Sin
(Yaasiin – Meccan)

37. As-Saffat
(Barisan-barisan – Meccan)

38. Sad
(Shaad – Meccan)

39. Az-Zumar
(Rombongan-rombongan – Meccan)

40. Al-Mu’min
(Orang yg Beriman – Meccan)

41. Fussilat
(Yang dijelaskan – Meccan)

42. Asy-Syura
(Musyawarah – Meccan)

43. Az-Zukhruf
(Perhiasan – Meccan)

44. Ad-Dukhan
(Kabut – Meccan)

45. Al-Jasiyah
(Yang bertekuk lutut – Meccan)

46. Al-Ahqaf
(Bukit-bukit pasir – Meccan)

47. Muhammad
(Muhammad – Medinan)

48. Al-Fath
(Kemenangan – Medinan)

49. Al-Hujurat
(Kamar-kamar – Medinan)

50. Qaf
(Qaaf – Meccan)

51. Az-Zariyat
(Angin yang menerbangkan – Meccan)

52. At-Tur
(Bukit – Meccan)

53. An-Najm
(Bintang – Meccan)

54. Al-Qamar
(Bulan – Meccan)

55. Ar-Rahman
(Yang Maha Pemurah – Medinan)

56. Al-Waqi’ah
(Hari Kiamat – Meccan)

57. Al-Hadid
(Besi – Medinan)

58. Al-Mujadilah
(Wanita yang mengajukan gugatan – Medinan)

59. Al-Hasyr
(Pengusiran – Medinan)

60. Al-Mumtahanah
(Wanita yang diuji – Medinan)

61. As-Saff
(Satu barisan – Medinan)

62. Al-Jumu’ah
(Hari Jum’at – Medinan)

63. Al-Munafiqun
(Orang-orang yang munafik – Medinan)

64. At-Tagabun
(Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan – Medinan)

65. At-Talaq
(Talak – Medinan)

66. At-Tahrim
(Mengharamkan – Medinan)

67. Al-Mulk
(Kerajaan – Meccan)

68. Al-Qalam
(Pena – Meccan)

69. Al-Haqqah
(Hari kiamat – Meccan)

70. Al-Ma’arij
(Tempat naik – Meccan)

71. Nuh
(Nuh – Meccan)

72. Al-Jinn
(Jin – Meccan)

73. Al-Muzzammil
(Orang yang berselimut – Meccan)

74. Al-Muddassir
(Orang yang berkemul – Meccan)

75. Al-Qiyamah
(Hari Kiamat – Meccan)

76. Al-Insan
(Manusia – Medinan)

77. Al-Mursalat
(Malaikat-Malaikat Yang Diutus – Meccan)

78. An-Naba’
(Berita besar – Meccan)

79. An-Nazi’at
(Malaikat-Malaikat Yang Mencabut – Meccan)

80. ‘Abasa
(Ia Bermuka masam – Meccan)

81. At-Takwir
(Menggulung – Meccan)

82. Al-Infitar
(Terbelah – Meccan)

83. Al-Tatfif
(Orang-orang yang curang – Meccan)

84. Al-Insyiqaq
(Terbelah – Meccan)

85. Al-Buruj
(Gugusan bintang – Meccan)

86. At-Tariq
(Yang datang di malam hari – Meccan)

87. Al-A’la
(Yang paling tinggi – Meccan)

88. Al-Gasyiyah
(Hari Pembalasan – Meccan)

89. Al-Fajr
(Fajar – Meccan)

90. Al-Balad
(Negeri – Meccan)

91. Asy-Syams
(Matahari – Meccan)

92. Al-Lail
(Malam – Meccan)

93. Ad-Duha
(Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha) – Meccan)

94. Al-Insyirah
(Melapangkan – Meccan)

95. At-Tin
(Buah Tin – Meccan)

96. Al-‘Alaq
(Segumpal Darah – Meccan)

97. Al-Qadr
(Kemuliaan – Meccan)

98. Al-Bayyinah
(Pembuktian – Medinan)

99. Az-Zalzalah
(Kegoncangan – Medinan)

100. Al-‘Adiyat
(Berlari kencang – Meccan)

101. Al-Qari’ah
(Hari Kiamat – Meccan)

102. At-Takasur
(Bermegah-megahan – Meccan)

103. Al-‘Asr
(Masa/Waktu – Meccan)

104. Al-Humazah
(Pengumpat – Meccan)

105. Al-Fil
(Gajah – Meccan)

106. Quraisy
(Suku Quraisy – Meccan)

107. Al-Ma’un
(Barang-barang yang berguna – Meccan)

108. Al-Kausar
(Nikmat yang berlimpah – Meccan)

109. Al-Kafirun
(Orang-orang kafir – Meccan)

110. An-Nasr
(Pertolongan – Medinan)

111. Al-Lahab
(Gejolak Api/ Sabut – Meccan)

112. Al-Ikhlas
(Ikhlas – Meccan)

113. Al-Falaq
(Waktu Subuh – Meccan)

114. An-Nas
(Manusia – Meccan)

Kisah Qays bin Saad bin Ubadah, Pemuda Anshar Yang Cerdas dan Dermawan

Nabi ﷺ dikelilingi oleh orang-orang istimewa. Orang-orang yang tidak hanya shaleh secara spiritual, tapi mereka juga memiliki keunggulan individual. Merekalah para sahabat yang mulia. Di antara mereka ada yang menjadi gambaran seorang pemberani. Ada yang bijaksana, tegas, dermawan, cerdas, sangat sabar, dll. Salah satu dari pribadi istimewa itu adalah Qays bin Saad bin Ubadah radhiallahu ‘anhuma.

Qays adalah seorang tokoh Anshar. Saat usianya masih sangat muda, orang-orang Anshar sudah memandangnya sebagai seorang tokoh besar mereka. ditokohkan karena senioritas usia dan pengalaman adalah lumrah. Namun saat masih muda telah menyandang kedudukan demikian, tentu istimewa. Namun sayang, secara penampilan, Qays belum komplit disebut pemimpin. Karena ia tak berjenggot. Jenggot kadung dianggap sebagai aksesoris seorang pemimpin. Rambut di dagu itu melahirkan aura wibawa yang tak dimiliki oleh dagu-dagu yang licin. Lihatlah pemimpin dunia yang melegenda. Dagu mereka tidak klimis. Ada rambut penanda bahwa mereka seorang laki-laki yang berwibawa. Orang-orang Anshar mengatakan, “Seandainya kami bisa membelikan jenggot untuk Qays dengan harta-harta kami, pasti kami lakukan.”

Siapakah Qays?

Qays adalah pembantu Nabi ﷺ. Sahabatnya sekaligus panglima pasukannya. Ia adalah tokoh kabilah Khazraj, putra dari tokoh Khazraj dan Anshar, kakek dan buyutynya pun seorang tokoh Khazraj. Jiwa kepemimpinan yang seolah-olah terwarisi. Ayahnya adalah seorang sahabat yang mulia, Saad bin Ubadah bin Dulaim radhiallahu ‘anhu. Kakeknya adalah Ubadah bin Dulaim bin Haritsah as-Sa’idi al-Khazraji. Ibunya adalah Ummu Fukaihah binti Ubaid bin Dulaim al-Khazrajiyah.

Keluarganya adalah keluarga terpandang di tengah bangsa Arab. Karena terkenal dengan kedermawanannya.

Adapun kun-yahnya adalah Abul Fadhl. Ada juga yang mengatakan Abu Abdullah. Atau Abu Abdul Malik.

Amr bin Dinar mengatakan, “Qays adalah seorang yang besar badannya. Kepalanya kecil. Tidak berjenggot. Kalau ia menunggangi keledai, kakinya terseret-seret menyentuh tanah. Ia pernah datang ke Mekah, lalu ada orang yang berkata, ‘Siapa yang ingin membeli daging onta?’ (mengungkapkan besarnya badan Qays).”

Walaupun berbadan besar dan tak berjenggot, tapi Qays adalah seorang yang tampan.

Kedudukannya

Ketika ayah Qays, Saad bin Ubadah radhiallahu ‘anhu, memeluk Islam, ia memegang tangan putranya dan membawanya ke hadapan Rasulullah ﷺ. “Ini adalah pembantumu wahai Rasulullah.”, kata Saad. Rasulullah ﷺ pun memandangi Qays dan melihat aura kebaikan pada dirinya. Kemudian beliau ﷺ mendekatkan Qays di sisinya. Qays pun menempati kedudukan mulia sebagai orang yang dekat dengan Nabi ﷺ.

Diriwayatkan oleh at-Turmudzi, Abu Nu’aim al-Ashbahani, dan selain keduanya banyak hadits yang menjelaskan tentang khidmat Qays bin Saad radhiallahu ‘anhuma di rumah kenabian. Seperti hadits:

عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ: أَنَّ أَبَاهُ دَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم يَخْدِمَهُ، قال: فَأَتَى علىَّ النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلم، وقَدْ صَلَّيْتُ، قال: فَضَرَبَنِي بِرِجْلِهِ، وَقَال: “أَلا أَدُلُّكَ عَلَى بَابٍ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ؟”، قُلْتُ: بَلَى، قال: “لا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ

Dari Qays bin Saad bin Ubadah, ayahnya menyerakan Qays kepada Nabi ﷺ untuk menjadi pembantu beliau. Qays berkata, “Nabi ﷺ datang menemuiku, saat itu aku baru selesai dari shalat. Beliau menyentuhku dengan kakinya. Kemudian bersabda, ‘Maukah aku tunjukkan engkau dengan pintu di antara pintu-pintu surga?’ ‘Tentu’, jawabku. Beliau bersabda, ‘(ucapkanlah dzikir) laa haula walaa quwwata illaa billaah’.” (HR. at-Turmudzi dan al-Albani berkomentar ‘Hadits ini shahih’).

Dari Maimun bin Abi Syabib, dari Qays bin Saad radhiallahu ‘anhuma, ia berkata,

“دَفَعَنِي أَبِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْدُمُهُ”

“Ayahku menyerahkanku kepada Nabi ﷺ agar aku membantu beliau.”

وَعَنْ مَرْيَمَ بْنِ أَسْعَدَ، قَالَ: “كُنْتُ مَعَ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ، وَقَدْ خَدَمَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ، تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ

Dari Maryam bin As’ad, ia berkata, “Aku pernah bersama Qays bin Saad. Ia berkhidmat (menjadi pembantu) Nabi ﷺ selama 10 tahun. Ia menyiapkan wudhu dan mengusapkan sepatu beliau.”

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Anas bin  Malik radhiallahu ‘anhu bahwasanya Qays bin Saad bin Ubadah bagi Nabi ﷺ kedudukannya bagaikan pemiliki syarat di sisi pemimpin. Karena dia diserahkan beberapa urusan. Ketika Kota Mekah berhasil dibebaskan pada tahun 8 H, Saad berkata kepada Nabi ﷺ agar Qays digeser dari posisi yang beliau berikan. Sang ayah khawatir anaknya mengutamakan sesuatu. Lalu Nabi pun menepikannya.

Ibnu Syihab mengatakan, “Yang membawa bendera Anshar bersama Rasulullah ﷺ adalah Qays bin Saad bin Ubadah.” Rasulullah ﷺ memberinya bendera (kepemimpinan) pada saat pembebasan Kota Mekah, setelah beliau ﷺ mencopot ayahnya karena berkata (kepada Abu Sufyan), “Hari ini adalah hari pembalasan. Hari saat yang haram dihalalkan. Dan hari ini Allah menghinakan kaum Quraisy”. Lalu Rasulullah ﷺ membantahnya dengan sabdanya, “Hari ini adalah hari kasih sayang. Hari dimana Allah muliakan orang-orang Quraisy”.

Mereka Allah muliakan dengan memeluk Islam. Siapa yang memeluk Islam, maka ia mulia. tidak lagi menyembah kepada sesama makhluq (sesama ciptaan). Tapi berganti menyembah sang Khaliq (sang Pencipta). Mereka menjadi merdeka karena terbebas dari penghambaan kepada selain Allah.

Dari ‘Ashim bin Amr bin Qatadah, Rasulullah ﷺ menugaskan Qays bin Saad bin Ubadah mengambil zakat. Qays bin Saad bin Ubadah radhiallahu ‘anhuma adalah seorang pemimpin yang ditaati, kaya, dermawan, salah seorang sahabat yang utama, orang Arab yang paling berani dan paling dermawan. Ia juga memiliki pemikiran yang bijak dan tepat. Juga pandai dalam strategi perang. Dan keluarganya adalah keluarga yang terpandang.

Abu Umar al-Waqidi mengatakan, “Qays bin Saad bin Ubadah merupakan salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang paling dermawan dan paling pemberani. Ia merupakan singanya bangsa Arab. Seorang cendekiawan yang pandai dalam strategi perang. Tak terbantahkan lagi, ia adalah pemuka kaumnya. Dia, ayahnya, dan kakeknya adalah tokoh kaumnya. Dia, ayahnya, dan saudara laki-lakinya, Said bin Saad bin Ubadah adalah sahabat Nabi ﷺ.”

Kedermawanan Putra Kabilah Khazraj

Qays bin Saad memiliki karakter mulia yang banyak. Sebagaimana telah disinggung sebelumnya. Namun yang begitu menonjol adalah sifat dermawan dan cerdas. Kedermawanan Qays layaknya warisan keluarga. Sejak dulu, orang-orang Arab telah mengenal kakek dan ayahnya sebagai dermawannya bangsa Arab. Mereka melayani tamu di siang hari. Dan menghidupkan api (memasak) mengundang orang asing untuk makan di malam hari.

Orang-orang mengatakan, “Siapa yang ingin lemak atau daging (siapa yang ingin gemuk), datanglah ke tempat makan Dulaim bin Haritsah. Kemudian pembantu Ubadah juga mengundang orang untuk yang demikian. Setelah Ubadah wafat, pembantunya Saad juga mengundang untuk itu”.

Nafi’ mengatakan, “Kemudian aku melihat Qays bin Sad bin Ubadah (bin Dulaim), dia adalah orang yang paling dermawan”.

Dikenal sebagai dermawan artinya telah berulang kali melakukan perbuatan derma. Saking seringnya perbuatan derma itu dilakukan hingga ia melekat kepada pelakunya dan disebut sebagai dermawan. Lalu bayangkan! Kedermawanan keluarga Qays telah dikenal sejak buyutnya. Orang-orang Arab dikenal dengan mudah memberi. Ketika orang-orang Arab menyifati seseorang dengan dermawan artinya orang tersebut sangat sering memberi. Apalagi ia disifati yang paling dermawannya dari bangsa Arab. Alangkah luar biasanya keluarga Qays dalam memberi.

Abdul Malik bin Said bin Saad bin Ubadah mengabarkan bahwa dulu Dulaim mempersembahkan 10 onta untuk Manat setiap tahun. Kemudian diteruskan oleh Ubadah. Kemudian Saad melanjutkannya. Ketika Qays bin Saad memeluk Islam, ia mengatakan, “Sungguh akan kupersembahkan untuk Ka’bah.” Maksudnya agar dinikmati bagi peziarah Ka’bah.

Qays bin Saad pernah berdoa, “Ya Allah, karuniakanlah aku keterpujian dan kehormatan. Sesungguhnya tidak ada sifat terpuji kecuali dengan melakukan sesuatu (aksi nyata). Dan tidak ada kehormatan kecuali dengan harta. Ya Allah, yang sedikit itu tidak memperbaikiku dan aku tidak memperbaiki keadaan (orang lain) dengannya”. Ada seseorang yang datang untuk berutang kepada Qays sebanyak 3000. Ketika orang itu mau melunasi hutangnya, Qays tidak menerimanya. Ia berkata, “Sesungguhnya kami tidak menerima kembali sesuatu yang telah kami beri”.

Dengan harta seseorang tidak akan meminta-minta, sehingga ia menjadi pribadi terhormat.

Abu Bakar, orang yang pernah mendermakan semua harta. Dan Umar, pernah menyumbangkan setengah yang ia miliki. Keduanyapun masih takjub dengan kedermawanan anak muda yang bernama Qays bin Saad radhiallahu ‘anhuma ini.

Aurah bin Zubair rahimahullah berkata, “Qays bin Saad menawarkan harta pemberian Muawiyah yang berjumlah 9000. Ia memerintahkan seseorang untuk mengumumkan kepada penduduk Madinah, ‘Siapa yang ingin berutang, silahkan datang ke rumah Saad’. Ada yang berutang 4000, 5000, dan 1000nya ia hadiahkan. Setelah itu ia mencatat orang-orang yang berhutang itu di sebuah buku catatan. Beberapa saat berlalu, ia jatuh sakit sehingga membuat simpanan bekalnya menipis. Qays berkata kepada istrinya, Quraibah bin Abi Quhafah, saudara perempuan Abu Bakar ash-Shiddiq, ‘Quraibah, tidakkah kau llihat perbekalanku semakin sedikit?’ ‘Hartamu ada pada orang-orang yang berutang’, jawab Quraibah. Lalu Qays mengutus seseorang menemui setiap pengutang dengan membawa catatan. Ia memerintahkan orang itu berseru, ‘Siapa yang memiliki utang pada Qasy bin Saad, maka harta itu untuk dia’. Yakni telah diberikan kepada mereka dan tak usah membayar.

Kecerdasan Qays bin Saad

Kecerdasan adalah potensi diri yang mengagumkan. Kecerdasan jika digunakan untuk kebaikan, maka bisa menghadirkan solusi di tengah kebuntuan masalah. Ide yang cerdas bisa menghadirkan perubahan di tengah kejumudan. Wajar orang-orang mengidamkan memiliki anggota keluarga yang cerdas. Qays bin Saad bin Ubadah radhiallahu ‘anhuma adala sosok pemuda Anshar yang cerdas. Ia jujur dan tahu kapasitas dirinya ketika mengatakan, “Kalau bukan karena Islam, sungguh aku bisa membuat konspirasi yang tidak bisa dipadamkan oleh orang-orang Arab”.

Potensi-potensi sumber daya manusia yang demikian, juga menjadi salah satu alasan Islam diturunkan di Arab. Dan Nabi ﷺ memilih Madinah sebagai tempat hijrah.

Sebelum Islam, Qays dikenal dengan seorang yang cerdas dan cerdik. Tidak ada orang di Madinah yang meragukan hal itu. Saat memeluk Islam, agama mulia ini mengajarkannya berinteraksi dengan manusia itu harus dengan ikhlasan bukan tipu daya.

Ibnu Syihab mengatakan, “Orang-orang yang paling cerdik dari bangsa Arab saat terjadi fitnah ada 5 orang. Mereka dikenal sebagai paling ahli dalam siasat dan strategi yang dimiliki Arab. Mereka adalah Muawiyah bin Abi Sufyan, Amr bin al-Ash, Qays bin Saad bin Ubadah, al-Mughirah bin Syu’bah, dan Abdullah bin Budail bin Warqa al-Khuza’i. Qays dan Budail berada di pihak Ali. Amr berpihak pada Muawiyah. Sedangkan al-Mughirah tidak berada di pihak oposisi maupun pihak pemerintah. Kemudian ia memberi solusi untuk dua pihak itu sehingga kedua-belah pihak bersatu dengan solusi darinya.”

Setelah Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu wafat, terjadi perselisihan besar antara sahabat Rasulullah ﷺ. Perselisihan itu menyebabkan peperangan. Sejarah mencatatnya dengan tinta tebal tak terlupa. Orientalis pun menemukan celah. Mereka mengatakan apapun yang mereka inginkan; sahabat Nabi ﷺ tamak terhadap dunia dan kekuasaan. Mereka ingin orang-orang lupa ayat dan hadits yang bercerita tentang keutamaan mereka. Mereka ingin kedudukan generasi pertama Islam hilang marwahnya. Sebagian orang menelan syubhat ini, baik muslim maupun non muslim. Allah ﷻ perlihatkan siapa yang benar cintanya kepada wali-wali-Nya dan siapa yang menyimpan kebencian serta mengikuti hawa nafsu.

Qays bin Saad Saat Terjadi Perselisihan Ali dan Muawiyah

Pada bagian pertama tulisan ini telah disinggung bahwa Qays berada di pihak Ali bin Abi Thalib saat terjadi perselisihan antara Ali dengan Muawiyah. Ia bersama Ali dalam Perang Shiffin, Jamal, dan Nahrawan.

Ibnu Yunus dalam Tarikhnya mengatakan, “Qays turut serta dalam penaklukkan Mesir. Kemudian ia membangun rumah di sana. Pada tahun 36 H, Ali mengangkatnya menjadi amir Mesir. Dan ia dicopot dari jabatannya tahun berikutnya, 37 H”.

Setelah tak lagi memegang kepemimpinan atas wilayah Mesir, Qays kembali ke Madinah. Ia tetap setia kepada Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu karena yakin kebenaran lebih dekat pada Ali. Kedekatannya dengan Ali bukan karena pamrih jabatan dan kedudukan, tapi ikhlas karena kebenaran. Sebab itulah, saat jabatan hilang, hal itu tak mengubah pendiriannya. Kemudian ia berangkat ke Kufah menemui Ali bin Abi Thalib di sana. Ia tinggal di Kufah hingga sepupu Nabi ﷺ itu wafat di sana.

Setelah syahidnya Ali bin Abi Thalib, Qays membaiat Hasan bin Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin. Ia turut serta dalam pasukan besar yang dibawa Hasan menuju Syam. Sesampainya di Syam, al-Hasan mebaiat Muawiyah. Api perselisihan kaum muslimin pun padam. Baiat itu juga diikuti oleh Qays bin Saad. Kemudian ia kembali lagi ke Madinah.

Hadits-Hadit Yang Diriwayatkan Oleh Qasy

Qays bin Saad bin Ubadah radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan beberapa hadits. Banyak para sahabat dan tabi’in yang menerima hadits dari lisannya. Di antara perawi hadits yang meriwayatkan hadits darinya adalah Anas bin Malik, Tsa’labah bin Abi Malik, Bakr bin Suwadah, Abdullah bin Malik al-Jaisyani, Abdurrahman bin Abi Laila, Abu Ammar al-Hamdani, Aurah bin az-Zubair, asy-Sya’bi, Maimun bin Abi Syabib, Uraib bin Hamid al-Hamdani, al-Walid bin Abdah, Amr bin Syarahbil, Abu al-‘Ala, dll. Qasy menyampaikan hadits di Kufah, Syam, dan Mesir.

عَنْ عَبْد الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي لَيْلَى، قَالَ: كَانَ سَهْلُ بْنُ حُنَيْفٍ، وقَيْسُ بْنُ سَعْدٍ قَاعِدَيْنِ بِالْقَادِسِيَّةِ فَمَرُّوا عَلَيْهِمَا بِجَنَازَةٍ فَقَامَا، فَقِيلَ لَهُمَا: إِنَّهَا مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ أَيْ مِنْ أَهْلِ الذِّمَّةِ، فَقَالَا: ” إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّتْ بِهِ جِنَازَةٌ فَقَامَ، فَقِيلَ لَهُ: إِنَّهَا جِنَازَةُ يَهُودِيٍّ، فَقَالَ: أَلَيْسَتْ نَفْسًا “

Dari Abdurrahmaan bin Abi Laila, ia berkata, “Sahl bin Hunaif dan Qays bin Saad pernah bertugas di al-Qaadisiyyah. Lewatlah jenazah di hadapan mereka, lalu keduanya pun berdiri. Dikatakan kepada mereka berdua, “Sesungguhnya jenazah itu adalah orang dari kalangan Ahludz-Dzimmah. Mereka berkata, “Sesungguhnya pernah lewat satu jenazah di hadapan Nabi ﷺ, lalu beliau berdiri. Dikatakan kepada beliau, ‘Sesungguhnya ia adalah jenazah orang Yahudi’. Beliau ﷺ bersabda, ‘Bukankah ia juga manusia’.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 1313, Muslim no. 960, an-Nasa’i no. 1921, dan yang lainnya).

Hadits lainnya:

وروى أبو نعيم عن قيس بن سعد بن عبادة، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “إنما جعل الاستئذان من أجل البصر

Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Qasy bin Saad bin Ubadah bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya meminta izin (masuk rumah) disyariatkan demi menjaga pandangan mata.”

Dan hadits-hadits lainnya.

Wafat

Setelah membaiat Muawiyah bin Abi Sufyan, Qays bin Saad –radhiallahu ‘anhum jami’an- pulang menuju Madinah. Ia tinggal di kota suci itu hingga wafat pada tahun 60 H. Ada juga yang mengatakan tahun 59 H. Saat itu adalah masa akhir dari kekhalifahan Muawiyah bin Abu Sufyan.

Peranan Khadijah Saat Rasulullah Menerima Wahyu Pertama

Setelah menerima wahyu pertama di Gua Hira, Rasulullah ﷺ kembali ke rumah menemui istrinya, Khadijah, dalam keadaan ketakutan. Beliau duduk di sisi istrinya lalu semakin merapat padanya. Sebagaimana disebutkan dalam satu riwayat:

فَجَلَسْتُ إلَى فَخِذِهَا مُضِيفًا إلَيْهَا

“Aku duduk di sisinya kemudian bersandar padanya.”

Beliau ceritakan semua yang ia lihat dan alami. Melihat Jibril dan diseru menjadi seorang utusan Allah (rasulullah). Dari peristiwa ini setidaknya dapat kita petik dua pelajaran tentang menjalani kehidupan berumah tangga. Peranan istri dan juga keterbukaan suami. Dua hal yang menjadi penyebab langgengnya rumah tangga.

Pertama: Khadijah memerankan peranan utamanya sebagai istri. Ia menjadi tempat berbagi untuk suami. Ia mampu membuat suami yang sedang dirundung gundah menjadi tenang. Khususnya ketika menghadapi masalah besar. Allah ﷻ telah menyebutkan sifat demikian dalam firman-Nya,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram (sakinah) kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS:Ar-Ruum | Ayat: 21).

Peranan utama antara pasangan suami istri adalah membuat tenang pasangannya. Allah ﷻ mengulangi sifat ini dalam ayat yang lain:

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا

“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang (sakinah) kepadanya.” (QS:Al-A’raf | Ayat: 189)

Jadi, peranan utama istri adalah membuat suami menjadi sakinah, tenang. Suami butuh ketenangan setelah hiruk pikuk yang terjadi di luar rumah dan di dunia kerja. Setelah merasakan tekanan di kantor. Atau menghadapi rumitnya lika-liku dakwah. Ia bekerja dan berjihad di jalan Allah.

Sirah Nabi ﷺ mengajarkan kita banyak hal. Meskipun konteksnya menerima wahyu, namun buah pelajarannya bisa kita terapkan dalam keseharian. Nabi ﷺ tidak terpikir untuk pergi menuju sahabat dekatnya, Abu Bakar. Beliau juga tidak terpikir menuju salah seorang tokoh yang bijak di Mekah. Atau pergi ke pamannya, Abu Thalib, yang telah membesarkannya. Di pikirannya hanya satu, Ummul Mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha seorang yang dapat menenangkan rasa takutnya. Sang istri yang menenagkan dan takkan membuatnya kecewa. Inilah kunci sukses kehidupan berkeluarga. Istri mampu menjadi tempat kembali yang tenang bagi sang suami.

Kedua: Rasulullah ﷺ seperti halnya seorang suami pada umumnya. Ia mengadukan rasa gundah dan permasalahannya kepada istri bahkan menceritakannya dengan detil. Bermusyawarah dan menerima saran darinya. Beliau ﷺ tidak melupakan peranan sang istri. Beliau ﷺ jadikan istri sebagai penguat dan memberinya kepercayaan.

Kedua hal ini, jika diterapkan secara baik tentu akan menjadikan rumah tangga sebagai tempat yang bahagia.

Tanggapan Yang Luar Biasa

Ketika Rasulullah ﷺ menceritakan semua yang ia lihat kepada istrinya, termasuk bahwa ia diangkat menjadi seorang utusan Allah, Khadijah radhiallahu ‘anha  memberikan tanggapan yang luar biasa. Dengan yakin ia menanggapi:

أَبْشِرْ يَا ابْنَ عَمِّ وَاثْبُتْ فَوَالَّذِي نَفْسُ خَدِيجَةَ بِيَدِهِ! إنِّي لأَرْجُو أَنْ تَكُونَ نَبِيَّ هَذِهِ الأُمَّةِ

“Berbahagialah wahai putra pamanku dan teguhlah engkau. Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada di tangan-Nya! Sungguh aku berharap engkau menjadi nabinya umat ini.” (Ibnu Hisyam dalam as-Sirah an-Nabawiyah, 1/236).

Perkataan indah yang terucap di saat sang suami merasa takut dan sedih. Perkataan yang mampu mengokohkannya di tengah bimbang dan ragu. Ucapan ini mengindikasikan Khadijah tahu akan ada seorang rasul yang diutus. Dan orang yang ia harapkan untuk menjadi rasul itu adalah suaminya sendiri. Dengan demikian, keimanan Khadijah bukan semata keimanan fanatik keluarga, tapi sesuatu yang dibangun dengan ilmu.

Pengetahuan Khadijah tentang kerasulan ini terbukti dengan tidak muncul pertanyaan darinya “Siapa itu Jibril?”, “Apa itu utusan Allah (Rasulullah)?” dll. Ada beberapa riwayat dalam sejarah yang menyatakan bahwa Khadijah telah mengetahui kalau Muhammad bin Abdullah akan diangkat menjadi seorang Rasul. Ia dengar kabar tersebut dari orang-orang Yahudi. Seperti kisah yang dibawakan Ibnu Saad dalam al-Mubtada dan juga diriwayatkan oleh selainnya:

Wanita-wanita Quraisy memiliki hari raya. Mereka biasa berkumpul di masjid untuk merayakannya. Ketika mereka sedang berkumpul datang seorang laki-laki Yahudi dan berkata, “Wahai wanita-wanita Quraisy, hampir saja ada di tengah kalian seorang nabi. Siapa saja di antara kalian yang bisa jadi istrinya, maka lakukanlah”. Wanita-wanita itu tidak mempedulikannya bahkan mengejeknya. Sementara Khadijah hanya terdiam, ia tidak berekspresi seperti wanita Quraisy yang lain. Malah di dalam hati, ia meyakininya. Ketika Maysarah mengabarkan tanda-tanda yang dia lihat (saat bersafar dengan Muhammad), Khadijah mengatakan, “Jika yang dikatakan si Yahudi itu benar, maka inilah tandanya”.

Walaupun riwayat ini masyhur, tapi periwayatannya lemah, sehingga tidak bisa kita jadikan rujukan.

Pengetahuan masyarakat Arab jahiliyah tentang datangnya seorang rasul bisa kita ketahui dari riwayat Imam Ahmad, Rasulullah ﷺ pernah mengatakan kepada Khadijah:

إِنِّي أَرَى ضَوْءًا، وَأَسْمَعُ صَوْتًا، وَإِنِّي أَخْشَى أَنْ يَكُونَ بِي جَنَنٌ”. قَالَتْ: لَمْ يَكُنِ اللهُ لِيَفْعَلَ ذَلِكَ بِكَ يَا ابْنَ عَبْدِ اللهِ. ثُمَّ أَتَتْ ورقة بن نوفل، فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ: إِنْ يَكُ صَادِقًا، فَإِنَّ هَذَا نَامُوسٌ مِثْلُ نَامُوسِ مُوسَى، فَإِنْ بُعِثَ وَأَنَا حَيُّ، فَسَأُعَزِّرُهُ، وَأَنْصُرُهُ، وَأُومِنُ بِهِ

“Sungguh aku melihat suatu cahaya. Aku mendengar suara. Aku takut kalau aku gila.” Khadijah menjawab, “Tidak mungkin Allah akan membuatmu demikian wahai putra Abdullah.” Kemudian Khadijah menemui Waraqah bin Naufal. Ia ceritakan keadaan tersebut padanya. “Jika benar, maka itu adalah Namus seperti Namusnya Musa. Sekiranya saat dia diutus dan aku masih hidup, aku akan melindunginya, menolongnya, dan beriman kepadanya,” kata Waraqah. (HR. Ahmad 2846).

Dan sebelumnya, Allah ﷻ telah memberi tanda-tanda yang menunjukkan bahwa pemuda yang bernama Muhammad bin Abdullah berbeda dengan pemuda-pemuda Mekah lainnya. Mulai dari peristiwa pembelahan dada yang dilihat oleh teman-teman sepermainnya. Batu yang mengucapkan salam untuknya. Ada suara yang memanggilnya dari arah langit, lebih dari satu kali. Ini semua sebagai tanda agar mereka tidak menolak dan tahu. Belum lagi dari sisi kepribadiannya. Kemuliaaan akhlak yang begitu luar biasa.

Khadijah menangkap tanda-tanda ini. Tidak menganggapnya sebagai hal biasa yang tanpa hikmah. Karena ketika peristiwa yang lebih ajaib lagi datang kepadanya, ia dengan mudah dan begitu cepat ia beriman kepada risalah kenabian.

Menemui Waraqah

Ibunda Khadijah radhiallahu ‘anha adalah wanita yang luar biasa. Ia tidak hanya diam dan menebak-nebak apa yang terjadi. Ia mengambil peranan, mencari solusi di tengah kebingungan sang suami. Ia pergi menuju seorang alim dan baik Waraqah bin Naufal.

Khadijah radhiallahu ‘anha mengabarkan cerita suaminya kepada Waraqah bin Naufal. Waraqah menanggapi, “Quddus.. Quddus.. Demi Dzat yang jiwa Waraqah berada di tangannya, jika engkau jujur padaku wahai Khadijah, sungguh an-Namus al-Akbar telah datang menemuinya, yang dulu pernah mendatangi Musa. Sungguh dia adalah seorang nabi umat ini. Sampaikan padanya agar berteguh diri.” (Ibnu Hisyam dalam as-Sirah an-Nabawiyah, 1/236 dll.).

Waraqah menjawab dengan keterangan yang jelas dan penuh keyakinan. Ia begitu mantab menyebutkan bahwa Muhammad ﷺ adalah seorang rasul umat ini.

Setelah Menemui Waraqah

Setelah bertemu Waraqah bin Naufal, Ummul Mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha kembali menemui suaminya ﷺ. Ia menceritakan kepada suaminya apa yang dikatakan Waraqah tentang kejadian itu. Usai mendengarnya, Muhammad ﷺ merasa suatu peristiwa besar yang begitu aneh dipikulkan di pundaknya. Walaupun sebelum peristiwa ini beliau telah merasakan beberapa peristiwa aneh yang mengantarnya hingga tingkatan ini.

Hal-hal aneh yang terjadi pada hidup Muhammad ﷺ. Seperti: dibelah dadanya. Batu-batu mengucapkan salam untuknya. Mimpi yang jadi nyata. Kalimat-kalimat yang ia dengar dalam mimpi yang bukan ucapan manusia. Kemudian ada sesosok di langit tiap kali ia memandangnya. Ini adalah hal yang aneh yang tidak mungkin dialami oleh manusia biasa. Juga dikatakan kepada beliau ﷺ, ‘Engkau adalah Muhammad Rasulullah dan aku adalah Jibril’. Sampai akhirnya ditegaskan oleh Waraqah bin Naufal tanpa keraguan bahwa dia adalah nabi umat ini. Disebutkan dalam Taurat dan Injil.

Inilah hikmah ilahi. Allah memberikan tanda-tanda kepada Muhammad ﷺ dan orang-orang yang berada di sekitarnya bahwa dia adalah Nabi. Allah memberikan tahapan pemahaman hingga ketika datang ketetapan, Muhammad ﷺ tidak begitu terheran-heran. Bayangkan! dengan didahului peristiwa-peristiwa aneh ini saja, Nabi Muhammad ﷺ masih merasa bingung dengan apa yang terjadi padanya. Bagaimana jika tidak ada pendahuluan?!

Setelah itu, beliau ﷺ kembali menuju Gua Hira. Hal ini menunjukkan beliau ﷺ sudah lebih siap membenarkan risalah. Beliau ﷺ tidak lagi merasa takut.

Penutup

Betapa luar biasanya hikmah Allah ﷻ memilihkan Khadijah radhiallahu ‘anha untuk Nabi Muhammad ﷺ. Istri yang hidup bersamanya saat wahyu pertama tiba. Istri yang mampu memberikan ketenangan saat seorang suami yang berjiwa tegar pun merasa kebingungan. Dia tetap tenang dan memberikan ketenangan.

Kemudian, ia yang pertama membenarkan risalah kerasulannya saat orang-orang mendustakannya. Ia tetap bersama suaminya di tengah tekanan kaumnya. Ia menolong dan membelanya. Semoga Allah meridhaimu wahai ibunda kami, Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid…

Mengenal Wanita Istimewa, Ummu Hani’ binti Abi Thalib

Wanita Istimewa, Ummu Hani’ binti Abi Thalib

Membaca buku-buku hadits; Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, dan Riyadhush Shalihin, beberapa kali terlintas nama Ummu Hani’ sebagai periwayat hadits Nabi ﷺ. Tentu hal ini memancing keingintahuan kita tentang sosoknya. Ditambah ia memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan Nabi ﷺ. Ia adalah sepupu Nabi dan kakak perempuan dari dua orang laki-laki istimewa; Ali bin Abi Thalib dan Ja’far bin Abi Thalib. Tentu menambah gairah untuk semakin mengenalnya.

Mengenal Ummu Hani’

Namanya adalah Fakhitah binti Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim. Ibunya adalah Fatimah binti Asad bin Hasyim bin Abdu Manaf. Ada juga yang meriwayatkan nama Ummu Hani’ adalah Hindun. Tapi yang populer dan banyak periwayatannya adalah Fakhitah.

Nabi ﷺ sangat mencintai sepupu-sepupunya, anak dari pamannya Abu Thalib. Ketika orang tua dan kakek Nabi wafat, sang pamanlah yang merawatnya dengan penuh kasih sayang. Nabi ﷺ membalas kasih sayang pamannya dengan memberi perhatian dan cinta kepada sepupu-sepupunya yang masih kecil.

Diriwayatkan, sebelum masa kerasulan, Rasulullah ﷺ pernah melamar Fakhitah. Namun Abu Thalib menolak tawaran itu. Dan menerima pinangan Hubayra bin Abi Wahb. Karena bani Makhzum, klan Hubayra, pernah menikahkan putri mereka dengan salah seorang dari kabilah Abu Thalib. Sehingga untuk menjaga hubungan baik, kabilah Abu Thalib membalas perlakuan itu. Nilai inilah yang berlaku dalam tradisi Arab kala itu.

Akhirnya Fakhitah menikah dengan Hubayra. Pasangan ini tinggal di Mekah dan dikaruniai empat orang anak. Yang tertua bernama Hani’. Karena itu Fakhitah dikenal dengan Ummu Hani’ (ibunya Hani’). Namun sayang, sang suami enggan memeluk Islam. Saat Fathu Mekah, ia lari keluar Mekah. Enggan memeluk Islam.

Kedudukan di Sisi Rasulullah

Ummu Hani’ pernah menemui Rasulullah ﷺ di hari penalukkan Kota Mekah. Ia menceritakan, “Aku pergi menemui Rasulullah pada tahun penaklukkan Kota Mekah. Saat itu beliau sedang mandi. Dan putrinya Fatimah menutupinya (dengan tabir). Kuucapkan salam. Beliau (di balik tabir) bertanya, ‘Siapa itu?’ ‘Aku, Ummu Hani’ binti Abi Thalib’, jawabku. ‘Marhaban Ummu Hani’, sambut beliau.

Usai mandi beliau menunaikan shalat 8 rakaat dengan berbalut satu pakaian. Setelah shalat, aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, saudaraku –Ali bin Abi Thalib-, ingin membunuh seseorang yang aku lindungi, Fulan bin Hubayra’. Rasulullah bersabda, ‘Sungguh kami melindungi orang yang engkau lindungi wahai Ummu Hani’’. ‘Jika demikian jelas masalahnya’, jawab Ummu Hani’. (HR. al-Bukhari juz: 5. Hal: 2280).

Ketika Ummul Mukminin Khadijah wafat, Rasulullah merasa begitu sedih. Dalam keadaan itu, beliau sering menemukan penghiburan di rumah Umm Hani’. Keluarganya mendukung dan menghiburnya saat beliau sedang berkabut duka.

Umm Hani’ adalah sosok penting dalam sejarah Islam. Dari rumahnya, di bawah atap yang menjadi langit keluarganya, sebuah kemukjizatan pernah terjadi. Kediamannya yang penuh berkah menjadi saksi peristiwa Isra Mi’raj. Nabi Muhammad ﷺ datang ke rumah Umm Hani’, melakukan shalat malam lalu tidur di sana. Malam itu, rumah Ummu Hani’ dikunjungi malaikat paling mulia, Jibril ‘alaihissalam, untuk menjemput Nabi Muhammad ﷺ. Dari sanalah peristiwa Isra Mi’raj bermula. Perjalanan satu malam menuju Jerusalem dan Sidratul Muntaha dimulai. Saat fajar tiba, Nabi pun  kembali ke tempat yang sama. Kemudian Nabi ﷺ mengabarkan Ummu Hani’ tetang perjalanannya. Ia pun mengimani sabdanya.

Hadits-Hadits Yang Diriwayatkan Ummu Hani’

Pertama: Dari Abdurrahmaan bin Abi Laila. Ia berkata, “Tidak ada seorang pun yang menceritakan kepadaku bahwa ia melihat Nabi ﷺ melakukan shalat Dhuha kecuali Ummu Haani’. Sungguh ia pernah mengatakan, “Sesungguhnya Nabi ﷺ pernah masuk ke rumahnya pada hari Fathu Mekah, lalu beliau mandi dan melakukan shalat delapan rakaat. Aku tidak pernah melihat shalat yang lebih ringan daripada itu, namun beliau tetap menyempurnakan rukuk dan sujudnya.” (HR. al-Bukhari no. 1176).

Kedua:

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ قَالَ لَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّخِذِي غَنَمًا يَا أُمَّ هَانِئٍ فَإِنَّهَا تَرُوحُ بِخَيْرٍ وَتَغْدُو بِخَيْرٍ

Dari Ummu Hani’. Nabi ﷺ berpesan kepadanya, “Peliharalah kambing wahai Ummi Hani’, karena ia pergi dengan kebaikan dan kembali dengan kebaikan.” (HR. Ahmad No.25667).

Dan masih banyak hadits-hadits lain yang beliau riwayatkan.

Wafat

Tidak ada sumber yang dapat dijadikan rujukan tentang kapan wafatnya Ummu Hani’. Kabar yang disepakati tentang usianya adalah Ummu Hani’ hidup hingga lebih dari 50 H.