Berhijrahlah Karena Allah • Nasehat Islam

dari Umar bin Al Khathab radliallahu ‘anhu. Dan dalam hadis Al Harits bahwa ia mendengar Umar berkata;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap amalan tergantung niat, dan setiap orang mendapatkan balasan dari niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya dicatat kepada Allah dan RasulNya. Sebaliknya barang siapa yang hijrahnya untuk dunia atau wanita yang hendak ia nikahi, hijrahnya sekedar mendapat tujuan hijrahnya.”

(HR. Nasa’i)

Kasih Sayang Allah • Umat Muhammadiyah

Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kepada semua mahluk, Allah itu pengasih. Namun, untuk mendapatkan kasih sayang dari Allah, kita hamba-Nya harus selalu patuh, mentaati perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah, dengan begitu Insya Allah kasih sayang Allah tidak akan pernah habis.
.
.
#muhammadiyah #lensamu #takwa #iman #istiqomah #berkah #allahuakbar #alhamdulilah #islam #nasehat #muhasabah #islam #pencerahan #gerakanpembaruan #muhammadiyahgerakanku #ayatsuci #kekuatanalquran #teladan #petuahhidup #petunjukAllah #nasehat #berkemajuan #akhlakulkarimah #taat #hadist #kebaikanislam #muhasabah #ayojadibaik #hijrah

Orang Yang Pertama Dinaungi Allah Pada Hari Kiamat

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasalam bersabda: “Apakah kalian tahu siapakah orang orang yang terlebih dahulu berada dalam naungan Allah AzzaWaJalla pada hari kiamat?” Para sahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Rasulullah bersabda: “Yaitu orang-orang yang jika diberi kebenaran mereka menerimanya dan jika dimintai untuk kebenaran mereka berkorban karenanya dan mereka menghukumi manusia sebagaimana mereka menghukumi diri mereka.”

HR. Ahmad

Cemburu Dan Sombong Yang Disukai Allah

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya diantara cemburu itu ada yang disukai Allah dan ada yang dibenci Allah dan diantara sikap sombong itu ada yang disukai Allah dan ada yang dibenci Allah, cemburu yang disukai Allah adalah cemburu dalam keraguan dan yang dibenci Allah adalah cemburu diluar keraguan, sedangkan sikap sombong yang disukai Allah sombongnya seorang hamba untuk Allah saat perang dan sombong dengan sedekah.”

(HR. Ahmad)

http://www.islam-nasehat.tk

Perang Dijalan Allah • Aulia Izzatunisa

#YUKTABAYYUN
#YUKBERTAUHID

AKAN SENANTIASA ADA SEKELOMPOK ORANG DI ANTARA UMATKU YANG BERPERANG DI ATAS JALAN ALLAH
.
.
Siapapun yang mengetahui hakekat Islam akan mengerti bahwa thaifah manshurah tidak akan pernah meletakkan senjata atau berhenti dari memerangi orang orang musyrik, karena syirik akan terus ada hingga hari kiamat. Tidaklah seorang mukmin pun melainkan wajib berjihad dan memerangi mereka hingga mereka tunduk kepada hukum Allah Ta‘ala, sebagaimana orang orang musyrik yang akan terus memerangi umat Islam selagi masih ada diantara mereka yang masih hidup sampai mereka memurtadkan orang orang mukmin dari Diennya sebisa mungkin.
.
.
Eksisnya umat islam dalam memerangi orang orang musyrik merupakan sunatullah yang menjadi ciri khas agama yang agung ini dan pemeluknya. Allah Ta‘ala telah mengikat tegaknya agama ini dengan perang tersebut, sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam: ˝Agama ini akan tetap tegak, selama masih ada sekelompok umat islam yang mau berperang di atasnya, hingga hari kiamat terjadi˝. [HR.Muslim].
.
.
Sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain : ˝Akan sentiasa ada diantara umatku yang berperang di atas perintah Allah, keras terhadap musuh mereka dan tidak terpengaruh oleh orang yang menyelisihi mereka, hingga kiamat datang sedangkan mereka tetap kokoh di atas hal itu˝.( HR. Muslim ).
.
.
Oleh karenanya, hendaklah setiap muslim berusaha sungguh sungguh untuk bergabung dengan barisan muwahhid yang tidak akan terputus hingga hari kiamat ini, karena mereka tidak akan terpengaruh oleh orang yang menyelisihi maupun penggembos, tetapi mereka akan tetap eksis dalam jihad mereka dengan ketentuan dari Allah yang menggiring mereka.
.
.
Setiap mujahid juga harus selalu memperbarui niat untuk terus melanjutkan jihadnya memerangi orang orang musyrik hingga ajal menjemput. Hingga Allah membangkitkannya dalam golongan orang orang yang diberi nikmat diantara para Nabi, orang-orang yang jujur dan para syuhada, Dan alangkah baiknya teman teman seperti mereka.

#Biidznillah

Beribadah Pada Allah & Menjauhi Thaghut

___________

MAKNA LA ILAAHA ILLALLAH ADALAH KAFIR KEPADA THAGHUT DAN IMAN KEPADA ALLAH
.
Ketahuilah, semoga Allah merahmati kalian. Bahwa setiap Rasul diutus untuk mendakwahkan La Ilaaha Illallah
.
Tidaklah kami utus sebelummu seorang Rasulpun kecuali kami wahyukan kepadanya bahwa, “Tidak ada Ilah kecuali Aku, maka sembahlah Aku.” (QS Al Anbiya’ : 25)
.
Allah Ta’ala juga mengutus setiap Rasul untuk menyeru kaumnya agar beribadah kepada Allah dan menjauhi Thaghut
.
Dan telah kami utus pada tiap ummat seorang Rasul (untuk menyeru kaumnya), ibadatilah Allah dan jauhilah Thaghut.” (QS An Nahl : 36)
.
Ini artinya Allah mewahyukan kepada tiap Rasul La Ilaaha Illallah, yang diaplikasikan para Rasul dengan menyeru ummatnya, “Ibadatilah Allah dan Jauhilah Thaghut”
.
Oleh karena itu La Illaha Illallah memiliki dua rukun .
.
1. An Nafyu : Peniadaan
.
La Ilaaha : Meniadakan Ilah Ilah yang diibadati selain Allah
.
Sedangkan Ilah Ilah yang diibadati selain Allah itu namanya Thaghut
.
Berarti maksud meniadakan Ilah Ilah yang diibadati selain Allah adalah meniadakan Thaghut atau menjauhi Thaghut.
.
2. Al Itsbat : Penetapan
.
Illallah : menetapkan satu Ilah yang berhak diibadati dengan benar yakni Allah atau mengibadati Allah
.
Kesimpulan:
.
La Ilaaha : Menjauhi Thaghut atau Kafir kepada Thaghut.

Illallah : Beribadah kepada Allah atau Iman kepada Allah.

Dan hal ini adalah ilmu yang wajib dipelajari dan disampaikan pertama kali .
Orang tidak dikatakan beriman kepada Allah sehingga dia kufur kepada thaghut, kufur kepada thaghut adalah separuh Laa ilaaha ilallaah. Thaghut yang paling berbahaya pada masa sekarang adalah thaghut hukum, yaitu para penguasa yang MEMBABAT aturan Allah, mereka menindas umat ini dengan besi dan api, mereka paksakan kehendaknya, mereka membunuh, menculik, dan memenjarakan kaum muwahhidin yang menolak tunduk kepada hukum mereka. Akan tetapi anehnya banyak orang yang mengaku beragama Islam berlomba-lomba untuk menjadi budak dan hamba mereka. Mereka juga memiliki ulama-ulama jahat yang siap mengabdikan lisan dan pena demi kepentingan ‘tuhan’ mereka.

#☝️

Merindukan Allah • Aulia Izzatunisa

MERINDUKAN dia APA DIA

Tak bisa disangkal, manusia akan selalu bersentuhan dengan cinta. Sementara kecintaan memberikan buah kerinduan. Orang yang mencinta akan rindu kepada orang yang dicintainya.
Kerinduan kepada kekasih, seringkali membekaskan duka. Bahkan ada yang sampai merindukan dan mencintai sang kekasih lebih dari mencintai-NYA.

Padahal yang harus dilakukan Adalah kembali padaNYA.

Beribadah kepada Allah Ta’ala. Berusahalah untuk Ikhlas dalam Beribadah
.
Ikhlas adalah obat manjur penyakit rindu. Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya.

Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.”

Sumber: RumayshoCom
Ust. Abduh Tuasikal

Twitter @IslamDiaries
Instagram @DiariesImage
Telegram Channel IslamDiaries

#Jumuahmubarok
#ctatanutkdirisndiri

Allah Lebih Tau Orang Mana Yang Mau Menerima Petunjuk

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ  اَحْبَبْتَ وَلٰـكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ  وَهُوَ اَعْلَمُ  بِالْمُهْتَدِيْنَ

Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

[QS. Al-Qasas: Ayat 56]

Tugas kita sesama muslim cuma menyampaikan, biarlah Allah yang memutuskan. Orang mana yang berhak mendapat hidayah dan orang mana yang memang sudah tercipta sebagai bahan bakar neraka.

Jangan lupa mengajak kepada kebaikan setiap hari ya saudara muslimku.

– @islam_nasehat

Ruh Itu Termasuk Urusan Allah

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Khasyram telah mengkhabarkan kepada kami Isa bin Yunus dari Al A’masy dari Ibrahim dari Alqamah dari Abdullah berkata:

Aku pernah berjalan bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam di sebuah ladang di Madinah dan beliau bersandar pada batang kurma, kemudian sekelompok orang yahudi lewat, lalu sebagian mereka mengatakan:

Maukah kalian menanyakan (sesuatu) padanya? yang lainnya menyahut: Sekiranya kalian bertanya padanya, pasti ia akan menjawab dengan sesuatu yang kalian benci. Mereka bertanya padanya (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam): Wahai Abu Al Qasim, beritahukan kepada kami tentang ruh! kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berdiri sejenak dan mendongakkan kepalanya ke langit, dan aku tahu bahwa (saat itu) beliau mendapat wahyu sampai selesai lalu bersabda: “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh.

Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Rabb-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (Al Israa`: 85) Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

HR. Tirmidzi

Doa Supaya Istiqomah Dijalan Allah Dan Rasulullah

Telah menceritakan kepada kami Hannad; telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Anas dia berkata; adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terbiasa membaca do’a “YA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA (wahai Dzat yang membolak balikkan hati teguhkanlah hatiku berada di atas agamamu).” Kemudian aku pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kami beriman kepadamu dan kepada apa yang Anda bawa. Lalu apakah Anda masih khawatir kepada kami?” beliau menjawab: “Ya, karena sesungguhnya hati manusia berada di antara dua genggaman tangan Allah yang Dia bolak-balikkan menurut yang dikehendaki-Nya.” Abu Isa berkata; Hadits semakna juga diriwayatkan dari An Nawwas bin Sam’an, Ummu Salamah, Abdullah bin Amr dan A’isyah. Dan ini adalah hadits Hasan, demikianlah kebanyakan telah meriwayatkannya dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Anas, dan sebagian yang lainnya telah meriwayatkannya dari Al A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, namun hadits Abu Sufyan dari Anas lebih shahih.

HR. Tirmidzi